|
Fakta-Fakta Pangan Konvensional
1. Melon
- banyak menggunakan pestisida saat penanaman (banyak campuran zat-zat kimiawi
tambahan dan pestisida)
2. Semangka juga coctail
3. Kol - pestisida
4. Kentang - pestisida
5. Tomat - pestisida
6. Brokoli - pestisida
7. Wartel yang sudah mengeluarkan akar halus sudah tidak layak dikonsumsi
8. Tales -pestisida
9. Tepung terigu mengandung pemutih (sebaiknya gunakan tepung beras)
10. Gula putih juga mengandung pemutih (sebaiknya gunakan gula aren/merah)
2. Semangka juga coctail
3. Kol - pestisida
4. Kentang - pestisida
5. Tomat - pestisida
6. Brokoli - pestisida
7. Wartel yang sudah mengeluarkan akar halus sudah tidak layak dikonsumsi
8. Tales -pestisida
9. Tepung terigu mengandung pemutih (sebaiknya gunakan tepung beras)
10. Gula putih juga mengandung pemutih (sebaiknya gunakan gula aren/merah)
Nutrisi dalam pangan organik:
o Vitamin lebih baik
o Anti oksidan 40% lebih banyak
o Flavonorid
o Pytonutriem 10-50% lebih tinggi
o Kadar nitrat yang lebih rendah (penyebab kanker)
o Anti oksidan 40% lebih banyak
o Flavonorid
o Pytonutriem 10-50% lebih tinggi
o Kadar nitrat yang lebih rendah (penyebab kanker)
- Menjadi konsumen organik mengenalkan kita pada nilai kehidupan utk tidak
menjadi serakah. Yaitu di mana konsumen hanya membeli produk secukupnya sesuai
kebutuhan. Karena produknya yang terbatas, kita harus berbagi dgn org lain yang
juga membutuhkannya.
- Dengan menjadi konsumen organik, berarti kita telah ikut berupaya agar
petani mempunyai kehidupan yang lebih baik.
- Petani organik terbukti lebih sehat dibanding petani non-organik karena
tidak terkena paparan bahan kimiawi. Selain itu, penyakit akibat gangguan
pernapasan seperti asma pun berkurang.
Organik Itu Baik
(www.greenlifestyle.or.id/)
